Senin, 05 Mei 2014

bimbingan dan konseling



BIMBINGAN DAN KONSELING

ehow.com

Bimbingan dan konseling adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan melalui wawancara konseling (face to face) oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yang sedang mengalami sesuatu masalah (disebut konseli) yang bermuara pada teratasinya masalah yang di hadapi konseli serta dapat memanfaatkan berbagai potensi yang dimiliki dan sarana yang ada sehingga individu atau kelompok individu itu dapat memahami dirinya sendiri untuk mencapai perkembangan yang optimal, masa depan yang lebih baik untuk mencapai kesejahteraan hidup.

Definisi Bimbingan dalam arti sempitnya adalah bimbingan belum pasti ada masalah, sedangkan dalam arti luasnya Bimbingan adalah Suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik (konseli) agar dengan potensi yang dimiliki mampu mengembangkan diri secara optimal. Sedangkan definisi Konseling dalam arti sempitnya adalah sudah pasti ada masalah, tetapi dalam arti luasmya yaitu suatu proses konseling atau pemecahan masalah yang dilakukan oleh seorang ahli (konselor) kepada peserta didik (konseli) yang mengalami sebuah masalah, di konseling yang dilakukan dengan teknik wawancara (face to face), dan konseli disini dituntut agar dapat memahami diri, dapat memecahkan masalah sendiri dan dapat mengetahui potensinya dan cara pengembangannya.

Jadi dapat kita simpulkan Bimbingan dan Konseling adalah Suatu proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli (Konselor) kepada peserta didik (Konseli) baik yang mengalami masalah atau tidak yang dilakukan melalui teknik wawancara (face to face) untuk dapat memahami diri dan dapat mengembangkan diri,supaya dapat mencapai tugas-tugas perkembangan secara Optimal.






Asas-Asas Bimbingan Dan Konseling
  • Asas Kerahasiaan adalah asas yang yang menuntut dirahasiakannya segenap data dan keterangan yang tidak boleh dan tidak layak diketahui orang lain .
  •  Asas Kesukarelaan adalah asas yang menghendaki adanya kesukaan dan kerelaan peserta didik ( klien) mengikuti / menjalani layanan / kegiatan yang diperuntukkan baginya.
  •  Azas Keterbukaan adalah asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan / kegiatan bersikap terbuka dan tidak berpura-pura, baik dalam memberikan keterangan tentang dirinya sendiri maupun dalam menerima berbagai informasi dan materi dari luar yang berguna bagi pengembangan dirinya. 
  •  Asas Kegiatan yaitu asas yang menghendaki agar peserta didik (klien) yang menjadi sasaran layanan dapat berpartisipasi aktif di dalam penyelenggaraan/ kegiatan bimbingan 
  •  Asas Kemandirian yaitu asas yang menunjukkan pada tujuan umum bimbingan dan konseling  : yaitu peserta didik atau sebagai sasaran layanan / kegiatan bimbingan dan konseling di harapkan menjadi individu-individu yang mandiri, dengan cirri-ciri mengenal diri sendiri dan lingkungannya, mampu mengambil keputusan, mengarahkan serta mewujudkan diri sendiri
  •  Asas Kekinian yaitu asas yang menghendaki agar objek sasaran layanan bimbingan dan konseling yakni permasalahan yang di hadapi peserta didik (klien) dalam kondisi sekarang
  •  Asas Kedinamisan yaitu asas yang menghendaki agar isi layanan terhadap sasaran layanan (peserta didik/ klien) hendaknya selalu bergerak maju, tidak monoton, dan terus berkembang serta berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan dan tahap perkembangannya dari waktu ke waktu
  • Asas Keterpaduan yaitu asas yang menghendaki agar berbagai layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling, baik yang dilakukan oleh guru pembimbing maupun phak lain, saling menunjang, harmonis dan terpadukan 
  • Asas Kenormatifan yaitu asas yang menghendaki agar segenap layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling didasarkan pada norma-norma, baik norma agama, hokum, peraturan, adat istiadat, ilmu pengetahuan, dan kebiasaan-kebiasaan yang berlaku
  • Asas Keahlian yaitu asas yang menghendaki agar layanan dan kegiatan bimbingan dan konseling di selengggarakan atas dasar kaidah-kaidah professional
  • Asas Alih Tangan Kasus yaitu asas yang menghendaki agar pihak-pihak yang tidak mampu menyelenggarakan layanan bimbingan dan konseling secara tepat dan tuntas atas suatu permasalahan peserta didik (klien) kiranya dapat mengalih-tangankan kepada pihak yang lebih ahli
  • Asas Tut Wuri Handayani yaitu asas yang menghendaki agar pelayanan bimbingan dan konseling secara keseluruhan dapat menciptakan suasana mengayomi (memberikan rasa aman), mengembangkan keteladanan dan memberikan ranggsangan dan dorongan, serta kesempatan yang seluas-luasnya kepada peserta didik (klien) untuk maju

Landasan Bimbingan dan Konseling
  • Landasan Filosofis merupakan landasan yang dapat memberikan arahan dan pemahaman khususnya bagi konselor dalam melaksanakan setiap kegiatan bimbingan dan konseling yang lebih bisa dipertanggungjawabkan secara logis, etis maupun estetis.
  •  Landasan Religius merupakan keyakinan bahwa manusia dan seluruh alam semesta adalah makhluk Tuhan,sikap keberagaman dan peranan agama yang sangat pentin
  • Landasan Psikologis merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman bagi konselor tentang perilaku individu yang menjadi sasaran layanan (klien)
  • Landasan Social-Budaya merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi kesosialan dan dimensi kebudayaan sebagai factor yang mempengaruhi terhadap perilaku individu 
  • Landasan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi (IPTEK) merupakan kegiatan profesional yang memiiki dasar-dasar keilmuan, baik yang menyangkut teori maupun prakteknya
  • Landasan Pedagogis mengemukakan antara pendidikan dan bimbingan memang dapat di bedakan, tetapi tidak dapat dipisahkan.


Demikian dari saya, semoga informasi tentang definisi BK yang saya ulas ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan jika ada kekurangan mohon di maklumi.
Terima kasih

Daftar Pustaka 
Prof.Dr.H.Priyanto,M,Sc.Ed dan Drs.Erman Amti.2009.Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling.Jakarta:Rineka Cipta 

Nama Kelompok:
Choirotu Zubaidah
Dedi Dwi Saputra
Deny Yogi Prasetio
Dewi Afsari
Erina Astradita
Evi Ariyani

Tidak ada komentar:

Posting Komentar